Minggu, 29 November 2015

biodata bts (Bangtan Boys)


Biodata BTS.
 
1. Rap Monster (랩몬스터)
 

Nama Asli : Kim Nam Joon (김남준)
Nama Panggung : RAP MONSTER
Posisi : Leader, Rapper
Tanggal lahir : 12 September 1994
Tinggi : 181cm
Berat : 64kg
Golongan darah : A

2. Jin (진)
 
Nama Asli : Kim Seok Jin (김석진)
Nama Panggung : Jin
Posisi : Vocal, Visual
Tanggal lahir : 4 Desember 1992
Tinggi : 179cm
Berat : 60kg
Golongan darah: O
 
3. Suga (슈가)
 
Nama Asli : Min Yoon Gi (민윤기)
Nama Panggung : SUGA
Tanggal lahir : 9 Maret 1993
Golongan darah : O
Tinggi : 176cm
Berat : 57kg
Posisi : Rapper

4. J-Hope (제이홉)
 

Nama Asli : Jung Ho Seok (정호석)
Nama Panggung : J-Hope
Tanggal lahir : 18 February 1994
Tinggi : 177cm
Berat : 59kg
Golongan darah : A
Posisi : Rapper & Dancer

5. Jimin (지민)


Nama Asli : Park Ji Min (박지민)
Nama Panggung : Jimin
Tanggal lahir : 13 Oktober 1995
Tinggi : 175cm
Berat : 60kg
Golongan darah : A
Posisi : Vocal & Dancer

6. V (뷔)


Nama Asli : Kim Tae Hyung (김태형)
Nama Panggung : V
Tanggal lahir : 30 Desember 1995
Golongan darah : AB
Tinggi : 176cm
Berat : 58kg
Posisi : Vokal

7. Jungkook (정국)


Nama Asli : Jeon Jeong Guk (전정국)
Nama Panggung : Jungkook
Tanggal lahir : 01 September 1997
Tinggi : 176cm
Berat : 61kg
Golongan darah : A
Posisi : Maknae, vocal, dancer & rapper


puisi karya Rendra _Episode

Episode
karya: Rendra (Empat kumpulan sajak)

Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya
pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memnaangnya
Angin yang lewa
memainkan aun ynag berguguran
 Tiba-iba ia beranya:
"mengapa sebuah kanin bajumu lepas terbuka?"
Aku hanya tertawa.
lalu ia semakan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambunya

Terompet puisi kaya Rendra

Terompet
karya Rendra (Empat Kumpulan Sajak)

Terompet dilengkingkan napas nestapa
bagai pekik elang tua
membua garis di pasir pantai
Bau pandan disepi malam
duri-durinya menyuruk di daging
Amboi aroma daun pandan!
Amboi amis darah dari aging!
Nestapa!
Mahaduka!
Didambakannya dahlia dua tankai.
burung burung dua pasang
emas fajar yang pertama.
Nestapa Mahaduka!
Menyepak-nyepak alam dada
buyar napas ini rasa
lepas lewat kerongkong tembaga.
Terompet dilengkingkan napas nestapa
Arwah leluhur mencekik malam dena

puisi serenada hijau

Serenada Hijau
karya : Rendra (Empat Kumpulan sajak)

kupacu kudaku
kupacu kudaku menujumu.
bila bulan
menegurkan salam
dan syahdu malam
bergantung di dahan-dahan.

menyusuri kali kenangan
yang berkata entang rindu
dan terdengar keluhan
dari batu yang terendam

kupacu kudaku
kupacu kudaku menujumu.
dan kubayangkan
sedang kautunggu daku
sambil kau jalin
rambutmu yang panjang

 

lirik lagu perahu kertas

Perahu Kertas- Maudy Ayunda

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Beratapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu…

Jumat, 13 November 2015

rumah Rasulullah

Rumah Rasulullah

Di sebelah timur masjid Nabawi, Madinah, ada sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub dan terpesona karena kesederhanaannya. Itulah tempat tinggal Rasul Agung Muhammad SAW. Diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, suatu hari Umar bin Khatab bertamu ke rumah beliau dan mendapati rumahnya yang sangat kecil dengan hamparan tikar usang yang terbuat dari anyaman daun kurma dan nyaris tanpa perabot. Di sudut lain dijumpai segenggam gandum dan sebuah bejana terbuat dari kulit. Rumah pun hanya beratapan jerami. Makanannya yang paling mewah dan jarang dinikmatinya adalah madu, susu, dan lengan kambing. Menurut sebuah riwayat, Rasulullah SAW. hanya memiliiii sebuah harta yang paling mewah, yaitu berupa sepasang alas kaki bewarna kuning, hadiah dari Negus Abbisinia. Kesederhanaan Rasulullah SAW. sangat patut diteladani. hidup beliau sangat bersahaja, tidak berlebih-lebihan, tidak bermewah-mewahan, dan tidak boros


Jumat, 11 September 2015


Price tag


Seems like everybody’s got a price
I wonder how they sleep at night
When the sale comes first and the truth comes second
Just stop for a minute and smile

Why is everybody so serious?
Acting so damn mysterious
You got your shades on your eyes and your heels so high
That you can’t even have a good time

Everybody look their left
Everybody look their right
Can you feel that? Yeah
We’ll pay them with love tonight

It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We jus wanna make the world dance
forget about the price tag

Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba –bling
Wanna make the world dance
Forget about your ptice tag
We need to take it back in time
Whe music made us all unite
And it wasn’t low blows and video hoes
Am I the only one gettin’ tirred?

Why everybody so obsessed?
Money can’t buy us happiness
Can we all slow down and enjoy right now
Guarantee we’ll be feelin’ alright

Everybody look to their left
Everybody look to their right
Can you feel that? Yeah
We’ll pay them with love tonight

It’s not about the money, money, money
We don’t need your money, money, money
We jus wanna make the world dance
forget about the price tag

Ain’t about the cha-ching, cha-ching
Ain’t about the ba-bling, ba –bling
Wanna make the world dance
Forget about your ptice tag


Yeah, yeah, well, keep the price tag and take the cash back
Just give me six string and a half stack
And you can keep the cars, leave me the garage
And all I, yes, all I need are keys and guitars

And guess what, in 30 seconds I’m leaving to mars
Yes , we leaving acros these undefeatable odds
It’s like this man, you can’t put a price on life
We do this for the love, so we fight and sacrifice every night

So we ain’t gon’ stumble and fall, never
Waiting to see, asign of defeat uh uh
So we gon’

laporan prakarya pembuatan manisan bingluh


LAPORAN PRAKARYA
“PEMBUATAN MANISAN BINGLUH”


                             Kelompok 4
                             Anggota : 1.  Abizard Syahrindra Chafid
                                             2.  Amelia Suryatul
                                              3. Giarni Alfi Astika
                                              4. Rani Setio Utami
                                              5. Yeni Andriana P

SMA NEGERI JATILAWANG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015


A.     TUJUAN
1.      Melatih kita untuk berwirausaha
2.      Memperpanjang usia simpan bingluh
3.      Meningkatkan harga jual bingluh
4.      Memanfaatkan bingluh menjadi produk olahan yang beraneka ragam
B.     KAJIAN PUSTAKA
             Tanaman belimbing umumnya dibedakan menjadi 2 yaitu Belimbing wuluh, belimbing sayur, atau belimbing asam (Avverrhoa bilimbi L), dan belimbing manis (Averrhoa carambola). Belimbing wuluh adalah sejenis pohon kecil yang berbuunga sepanjang tahun dan diperkirakan berasal dari kepulauan Maluku, dan dikembangbiakan sera tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Srilanka, dan Myanmar. Di Indonesia tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Manfaat belimbing wuluh yang rasanya, asam, sejuk, menghilangkan sakit (analgenik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, ppeluruh kencing, astringent, penghilang jerawat, sariawan, batuk. Rasa masam yang teramat pada belimbing sayur mengandung kadar vitamin C yang cukup tinggi. Buah ini juga mengandung kalium yang mampu melancarkan keluarnya air seni sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
            Menurut N. Edy Soetanto, BE, berdasarkan data dari direktorat gizi tahun 1981 komposisi kimia buah belimbing yang telah masak adal sebagai berikut
1.      Kalori : 36,00 kal
2.      Air :  90,00%
3.      Protein : 0,40 g
4.      Lemak : 0,40 g
5.      Karbohidrat : 8,80 g
6.      Kalsium : 4,00 mg
7.      Fosfor : 12,00 mg
8.      Besi : 1,10 mg
9.      Vitamin A : 170,00 SI
10.  Vitamin B1 : 0,03 mg
11.  Vitamin C : 35,00 mg
12.  Bagian yang dapat dimakan : 86 %
            Buah bellimbing wuluh biasa digunakan sebagai penambah rasa masam pada  olahan masakan, penghilang bau amis pada bahan pangan dan mungkin buah satu ini dianggap mempunyai nilai ekonomi rendah, karena dilihat dari bentuk dan juga rasa tidak banyak orang yang menyukainya, hal tersebut dapat memacu penyia-nyiaan bahan pangan. Untuk menghindari penyia-nyiaan, dapat “disiasati” menjadi produk olahan yang mempu nyai nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding dalam bentuk mentah. Salah satunya adalah mengolahnya dalam bentuk manisan
            Manisan merupakan cara untuk mengawetkan komoditi pangan dengan menggunakan gula dan bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat, karena rasanya yang manis bercampur dengan rasa khas buah sangat cocok dinikmati diberbagai kesempatan. Produk pangan yang mengandung kadar gula tinggi yaitu produk manisan yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama
C.     ALAT DAN BAHAN

Alat :
1. Baskom
2. Tampah
3. Sendok Makan
4. Panci email
5. Plastik mika
7. Pisau
8. Sorok
Bahan :
1. Belimbing wuluh 1 kg
2. Gula pasir 750 gram
3. Garam 1 sdm
4. Kapur Sirih 1 sdm
5. Air total 5 liter


D.     CARA KERJA
1.      Timbang bingluh, kemudian cuci bersih dan tiriskan, buang sedikit ujungnya.
2.      Siapkan 1 liter air dan larutkan 1 sdm garam
3.      Masukan bingluh dan rendam 30 menit
4.      Cuci belimbing yang telah direndam dan tiriskan
5.      Siapkan 2 liter air dan larutkan 1 sdm air kapur sirih
6.      Masukan bingluh dan diamkkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan
7.      Didihkan air sebanyak 2 liter dan masukan bingluh kemudian langsung angkat  kembali dan tiriskan (proses blanching)
8.      Didihkan 1 liter air dan gula pasir
9.      Turunkan panci dari kompor dan massukan belimbing  dan dinginkan, simpan selama 1 malam
10.  Tiriskan bingluh yang sudah disimpan 1 malam , kemudian rebus kembali dengan air rendamam sampai mendidih, angkat panci dari atas kompor
11.  Masukan kembali bingluh dan simpan kembali selama 1 malam
12.  Tata diatas tampah dan jemur selama 2 hari
13.  Tata bingluh kering dalam plastik mika, dan tutup rapat dengan sieler


E.      ANALISIS PENJUALAN
-         Biaya produksi : belimbing wuluh = Rp. 0,-
                            Gula 1 kg             = Rp 10.000,-
                            Label                    = Rp. 2000
                            Plastik mika          = Rp. 1000,-  +
Total biaya :                                         Rp. 17.000.-
-         Harga jual   : Rp. 2000/kemasan
-         Hasil penjualan : Rp. 30.000
-         Laba : Rp. 13.000



FOTO


            Proses pencucian                      Proses pemotongan                  perendaman air kapur
                                                              ujung belimbing

laporan sejarah di balai informasi dan konservasi kebumian karangsambu


LAPORAN SEJARAH
PEMBELAJARAN LUAR KELAS DI BALAI INFORMASI DAN KONSERVASI KEBUMIAN KARANGSAMBUNG
















 






















                                               
Disusun oleh:
                                      Nama           : Rani Setio Utami
                                      Kelas           : X2
                                      No.Abs       : 28









SMA NEGERI JATILAWANG
PERIODE 2014/2015




BAB 1
PENDAHULUAN
KATA PENGANTAR
          Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan sejarah mengenai terbentuknya kepulauan Indonesia melalui bukti-bukti yang ada di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karang sambung ini dengan tepat waktu.Terimakasih saya ucapkan kepada:
1.             Bapak Ananto Nur Semedi selaku kepala sekolah SMA Negeri Jatilawang yang telah
          mengijinkan kami melakukan pembelajaran di luar kelas
2.             Ibu Susanti selaku Guru mata pelajaran sejarah.
3.             Bapak Dasirin dan Bapak Yudhoko selaku guru pendamping
4.             Orang tua dan teman-teman yang telah mendukung saya dalam menyelesaikan laporan ini.
          Saya menyadari bahwa dalam laporan ini terdapat kekurangan, sehingga kami berharap adanya kritik dan saran dari pembaca agar dapat meningkatkan mutu dari pembuatan laporan di masa yang akan datang.
          Semoga laporan ini dapat berguna untuk menambah wawasan tentang bagaimana proses terbentuknya kepuluan Indonesia. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.
Terima kasih


                                                                                                   Jatilawang,        Maret 2015


                                                                                                                Penyusun


BAB II
ISI

A.            STUDY PUSTAKA
1.             ProsesTerbentuknya Kepulauan Indonesia
          Diperkirakan Kepulauan Indonesia terbentuk dari zaman tersier sekira 60 juta tahun lalu. Secara geografis, Indonesia terletak diantara dua benua  (Benua Asia dan Benua Australia), dan dua Samudra (samudra Hindia dan samudra Pasifik). Indonesia  merupakan Negara kepulauan yang memiliki 13.478 buah pulau. Sebagian wilayah di KepulauanIndonesia merupakan titik temu diantara tiga lempeng, yaitu lempengIndo-Australia di selatan, LempengEurasia di utara dan Lempeng Pasifikdi timur. Pergerakan mendatar berupa pergeseran lempeng-lempeng tersebut masih terus berlangsung hingga sekarang dan telah menyebabkan wilayah Kepulauan Indonesia secara tektonis merupakan wilayah yang sangat aktif dan labil hingga rawan gempa sepanjang waktu. Pergerakan ketiga lempeng yang terus berlangsung ,menyebabkan daratan terpecah-pecah. Benua Eurasia yang merupakan gabungan dari Benua Eropa, Afrika, dan Asia terpecah menjadi beberapa pulau. Sebagian Benua Asia bergerak ke selatan membentuk Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan Timur, Pulau Papua, dan sebagian Maluku Tenggara.
          Pada periode pleistosen bagian barat Kepulauan Indonesia masih bergabung dengan daratan Asia Tenggara, sedangkan bagian timur Kepulauan Indonesia bergabung dengan daratan Australia. Akibat proses interglasiasi pada periode holosen sebagian besar daratan Sumatra, Kalimantan, dan Jawa tenggelam menjadi laut dangkal. Kondisi ini menyebabkan pemisahan wilayah Indonesia bagian barat dari daratan Benua Asia, dan wilayah Indonesia bagian timur dengan daratan Benua Australia.

2.             Pembentukan Pulau-Pulau Besar di Indonesia
a.              Pulau Sumatra
Pulau Sumatra terletak di zona tumbukan antar lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, sehingga merupakan wilayah tidak stabil dan rawan gempa. Menurut pakar geologi, Pulau Sumatra terbentuk dari pecahan Benua Eurasia. Di bagian barart terdapat deretan Pegunungan Bukit Barisan. Di sebelah utara Bukit Barisan terdapat danau kawah, yaitu Danau Toba.

b.             Pulau Jawa
Pulau Jawa terletak di belahan bui selatan yang membentang dari barat ke timur dengan panjang sekira 1.000 km serta lebar 200 km. Pulau ini mempunyai deretan gunung api aktif, seperti Gunung Galunggung di Jawa Barat, dan Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pulau Jawa merupakan kawasan rawan gempa. Batuan dasar Pulau Jawa diperkirakan terbentuk pada 70-35 juta tahun lalu. Batuan dasar di Jawa Barat lebih tua dibanding batuan dasar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

c.              Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan relatif aman dari bencana gempa karena tidak dilewati oleh jalur lempeng tektonis. Pulau Kalimantan terbentuk dari pecahan Benua raksasa pada masa awal terbentuknya permukaan bumi.

d.             Pulau Sulawesi   
Pulau Sulawesi dan sekitarnya merupakan zona pertemuan tiga lempeng tektonik. Pulau Sulawesi pernah bergabung dengan daratan Kalimantan, oleh karena itu , flora dan fauna di Sulawesi sebagian ada yang mirip denga flora dan fauna yang ada di Kalimantan.




e.              Pulau Papua
Pulau Papua terbentuk dari sedimen bebatuan yang diendapkan oleh Benua Australia. Pengendapan intensif Benua Australian akhirnya megangkat sedimen batuan Pulau Papua ke permukaan laut. Dan kemudian Pulau Papua mulai terpisah dari daratan Australia.

f.                Pulau-pulau kecil
Proses terbentuknya pulau-pulau ini lebih sederhana dibanding yang lain. Mereka berasal dari endapan pecahan kerang, koral dan binatang laut lainnya. Semakin lama semakin besar dan akhirnya terbentuklah sebuah pulau baru.
B.            HASIL OBSERVASI
1.             Gunung Parang/ Wurung
          Secara geologi Gunung Parang merupakan intrusi batuan beku diabas yang berwarna abu-abu terang. Batuan diabas terbentuk dari magma yang menrobos hingga dekat ke permukaan Warna abu-abu menunjukkan batu diabas ini termasuk intermedier (antara mafic dan felsic). Adapun yang berwarna coklat menunjukkan batuan yang sudah tua atau lama.  Batuan diabas ini mengandung dua mineral yaitu mineral piroksen yang berwarna hitam dan mineral plagioklas yang berwarna putih. Berdasarkan Skala Mohs, batu diabas ini memiliki kekerasan 4-5 Skala Mohs. Disana juga terdapat struktur kekar tiang (Colomner Join) yang diakibatkan oleh kontraksi batuan di sekitarnya

2.             Kali Muncar
          Kali Muncar merupakan daerah berbukit-bukit, terdapat tiga jenis batuan yaitu batuan beku vulkanik/basalt, batu rijang dan batu gamping. Batu rijang merupakan salah satu jenis batuan sedimen pelogikbiogen yang terbentuk pada laut dalam, yang letaknya selang-seling antara batuan rijang dan batuan lempung merah, yang mengelilingi terutama batuan gamping merah yang berlapis-lapi, mengandung ladiolarian, membentuk gumpalan memanjang mengikuti arah pelapisan. Selanjutnya adalah lava bantal, merupakan batas antara melange tektonik dengan melange sedimen

3.             Bukit Puncangan
          Di lokasi ini terdapat batua berwarna hijau gelap dan mengkilap yang dinamakan serpentinit. Batu ini adalah batuan dari batuan ultra basa berwarna gelap. Merupakan hasil dari pembekuan magma pada kerak samudra

4.             Sungai Lokulo
          Kali Lokulo, Desa Wonosobo, Kecamatan Karang Ayam. Sungai Lokulo ini adalah sungai terbesar yang ada di Kebumen dan sekaligus batas kecamatan antara kecamatan Karang Sambung dan kecamatan Karang Ayam. Secara morfologi daerah ini merupakan bentuk perbukitan lipatan yang disebabkan karena proses subduksi. Secara geologi daerah ini terdiri atas batuan metamorf (filit) dengan sifat koliasi ekistusiti. Disana terdapat singkapan batu filit/sabak. Batua filit termasuk batu metamorf yang terbentuk dipengaruhi oleh tekanan (pressure) dan datuan ini berfoliasi atau adanya penjajaran mineral. Foliasi ini seharusnya  berbentuk horizontal. Namun, karena dipengaruhi oleh gaya tektonik sehingga berbentuk vertical. Tidak hanya batu filit, di lokasi ketiga ini terdapat banyak singkapan batuan dari mulai batuan beku, sedimen dan metamorf.


C.            PEMBAHASAN

          Keunikan geologi daerah Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pertama kali dilaporkan oleh ahli geologi Belanda Ch. E. A. Harloff pada tahun 1933. Berbagai jenis batuan yang berasal baik dari kerak Samudra maupun dari kerak Benua, yang umur tertuanya mulai dari Kapur (145 juta tahun lalu) hingga Holosen terdapat di daerah ini. Para geolog menyebut lapangan geologi Karangsambung sebagai lapangan geologi terlengkap di dunia. Daerah ini merupakan jejak-jejak tumbukan dua lempeng bumi yang terjadi sekira 117- 60 juta tahun lalu. Ia juga merupakan pertemuan lempeng Asia dengan lempeng hindia. Luk Ulo merupakan formasi tertua berupa melange yang sangat kompleks, yang umurnya diperkirakan 117 juta tahun. Batuannya meliputi graywacke, lempung hitam, lava bantal yang beasosiasi dengan rijang dan lempung merah, turbidit klastik, dan ofiolit yang tersisipkan diantara batuan metamorfose berfasies sekis. Batuan-batuan tersebut merupakan hasil dari pencampuran secara tektonik pada jalur penunjaman (subduction zone), yang juga telah melibatkan batuan-batuan asal kerak samudra dan kerak benua. Kompleks ini dibagi menjadi 2 satuan berdasarkan dominasi fragmen pada masa dasarnya, yaitu satuan Jatisamit di sebelah Barat dan satuan Seboro di sebelah Utara. Verbeek (1891), geolog Belanda, adalah orang yang pertama kali melakukan penelitian di sana, akan tetapi hasil penelitian ini baru dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun 1933.
           Kepala bagian tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi dan Konservasi kebumian Karangsambung LIPI mengatakan, beberapa situs bisa dipelajari untuk mengetahui sejarah Bumi, khususnya proses evolusi lempeng Asia bagian tenggara. Misalnya, situs batuan metamorf serpentinit di Pucangan. Batuan ini berwarna kehijauan dan berasal dari perut bumi di bawah lantai samudera. Batu ini merupakan batu ultrabasa hasil pembekuan magma pada kerak samudera. Formasi batu ini berubah saat bersentuhan dengan air laut dan berubah lagi ketika masuk zona tunjaman dan terangkat ke permukaan bumi.
          Fenomena geologi lain adalah situs batu rijang dan lava basalt  berbentuk bantal di kali Muncar. Batuan sedimen ini terbentuk di dasar samudra purba 80 juta tahun lampau. Batu ini memberi fakta kuat bahwa dahulu Karangsambung adalah dasar samudra yang terangkat oleh proses geologi. Batuan sedimen berwarna merah memanjang sekitar 100 meter pada dinding Kali Muncar itu ibarat layar pertunjukan wayang kulit, atau kelir dalam bahasa Jawa. Hal ini membuat masyarakat setempat menamainya Watu Kelir, apalagi di atasnya terdapat batuan beku yang bentuknya mirip kenong dan gong. Batuan sedimen merah ini terdiri atas lapisan rijang dan lapisan lempung merah gampingan. Rijang berwarna merah karena mengandung unsur besi dan berisi fosil Radiolaria berusia 80 juta tahun atau Zaman Kapur Atas. Batuan dasar samudra pada kedalaman minimal 4.000 meter ini seharusnya horizontal, tapi menjadi tegak karena pengaruh tektonik yang mengangkatnya. Batuan beku di bagian atasnya adalah lava basal dari gunung berapi di dasar laut. Lava bantal ini terbentuk pada zona pemekaran dasar samudra, yang langsung membeku ketika terkena air laut. Batu ini adalah bukti adanya kegiatan vulkanis bawah laut yang mengakibatkan pemekaran tengah laut.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
           
            Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa daerah Karangsambung merupakan sebuah kawasan yang digunakan sebagai tempat pembelajaran geologi yang tepat. Karena daerah Karangsambung mempunyai berbagai jenis batuan yang sangat kompleks, mulai dari batuan beku yang terdiri dari diabas dan basalt (lava bantal), batuan sedimen yang terdiri dari Rijang, Gamping Merak, dan Lempung Bersisik, serta batuan metamorf yang terdiri dari Serpentinit, Sekis Mika, dan Filit. Karangsambung juga berpotensi sebagai objek wisata yang bertaraf nasional bahkan internasional. Karangsambung merupakan Kawasan Taman Geologi Nasional Indonesia yang mempunyai koleksi batuan terlengkap se-Asia Tenggara, dan sebagian batuan yang ada di Karangsambung masih merupakan batuan alami, tetapi ada pula yang mengalami pengikisan.


DAFTAR PUSTAKA

http://Afifblekutuk.blogspot.com/?m=1



Mulyadi dkk.2014. Sejarah Indonesia.  Klaten: PT Intan Pariwara


LAMPIRAN