LAPORAN
PRAKARYA
“PEMBUATAN MANISAN BINGLUH”
Kelompok
4
Anggota
: 1. Abizard Syahrindra Chafid
2.
Amelia Suryatul
3. Giarni Alfi Astika
4. Rani Setio Utami
5. Yeni Andriana P
SMA
NEGERI JATILAWANG
TAHUN
PELAJARAN 2014/2015
A. TUJUAN
1. Melatih
kita untuk berwirausaha
2. Memperpanjang
usia simpan bingluh
3. Meningkatkan
harga jual bingluh
4. Memanfaatkan
bingluh menjadi produk olahan yang beraneka ragam
B. KAJIAN
PUSTAKA
Tanaman belimbing
umumnya dibedakan menjadi 2 yaitu Belimbing wuluh, belimbing sayur, atau
belimbing asam (Avverrhoa bilimbi L), dan belimbing manis (Averrhoa carambola).
Belimbing wuluh adalah sejenis pohon kecil yang berbuunga sepanjang tahun dan
diperkirakan berasal dari kepulauan Maluku, dan dikembangbiakan sera tumbuh
bebas di Indonesia, Filipina, Srilanka, dan Myanmar. Di Indonesia tumbuhan ini
biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Manfaat belimbing wuluh yang
rasanya, asam, sejuk, menghilangkan sakit (analgenik), memperbanyak pengeluaran
empedu, anti radang, ppeluruh kencing, astringent, penghilang jerawat,
sariawan, batuk. Rasa masam yang teramat pada belimbing sayur mengandung kadar
vitamin C yang cukup tinggi. Buah ini juga mengandung kalium yang mampu
melancarkan keluarnya air seni sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
Menurut N. Edy Soetanto, BE, berdasarkan data dari
direktorat gizi tahun 1981 komposisi kimia buah belimbing yang telah masak adal
sebagai berikut
1. Kalori
: 36,00 kal
2. Air
: 90,00%
3. Protein
: 0,40 g
4. Lemak
: 0,40 g
5. Karbohidrat
: 8,80 g
6. Kalsium
: 4,00 mg
7. Fosfor
: 12,00 mg
8. Besi
: 1,10 mg
9. Vitamin
A : 170,00 SI
10. Vitamin
B1 : 0,03 mg
11. Vitamin
C : 35,00 mg
12. Bagian
yang dapat dimakan : 86 %
Buah bellimbing wuluh biasa digunakan sebagai penambah
rasa masam pada olahan masakan,
penghilang bau amis pada bahan pangan dan mungkin buah satu ini dianggap
mempunyai nilai ekonomi rendah, karena dilihat dari bentuk dan juga rasa tidak
banyak orang yang menyukainya, hal tersebut dapat memacu penyia-nyiaan bahan
pangan. Untuk menghindari penyia-nyiaan, dapat “disiasati” menjadi produk
olahan yang mempu nyai nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding dalam bentuk
mentah. Salah satunya adalah mengolahnya dalam bentuk manisan
Manisan
merupakan cara untuk mengawetkan komoditi pangan dengan menggunakan gula dan
bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat, karena rasanya yang
manis bercampur dengan rasa khas buah sangat cocok dinikmati diberbagai
kesempatan. Produk pangan yang mengandung kadar gula tinggi yaitu produk
manisan yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama
C. ALAT
DAN BAHAN
Alat :
1. Baskom
1. Baskom
2. Tampah
3. Sendok Makan
4. Panci email
5. Plastik mika
7. Pisau
8. Sorok
3. Sendok Makan
4. Panci email
5. Plastik mika
7. Pisau
8. Sorok
Bahan :
1. Belimbing wuluh 1 kg
2. Gula pasir 750 gram
3. Garam 1 sdm
4. Kapur Sirih 1 sdm
5. Air total 5 liter
1. Belimbing wuluh 1 kg
2. Gula pasir 750 gram
3. Garam 1 sdm
4. Kapur Sirih 1 sdm
5. Air total 5 liter
D. CARA KERJA
1. Timbang
bingluh, kemudian cuci bersih dan tiriskan, buang sedikit ujungnya.
2. Siapkan
1 liter air dan larutkan 1 sdm garam
3. Masukan
bingluh dan rendam 30 menit
4. Cuci
belimbing yang telah direndam dan tiriskan
5. Siapkan
2 liter air dan larutkan 1 sdm air kapur sirih
6. Masukan
bingluh dan diamkkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan
7. Didihkan
air sebanyak 2 liter dan masukan bingluh kemudian langsung angkat kembali dan tiriskan (proses blanching)
8. Didihkan
1 liter air dan gula pasir
9. Turunkan
panci dari kompor dan massukan belimbing
dan dinginkan, simpan selama 1 malam
10. Tiriskan
bingluh yang sudah disimpan 1 malam , kemudian rebus kembali dengan air
rendamam sampai mendidih, angkat panci dari atas kompor
11. Masukan
kembali bingluh dan simpan kembali selama 1 malam
12. Tata
diatas tampah dan jemur selama 2 hari
13. Tata
bingluh kering dalam plastik mika, dan tutup rapat dengan sieler
E. ANALISIS
PENJUALAN
-
Biaya produksi :
belimbing wuluh = Rp. 0,-
Gula 1 kg = Rp 10.000,-
Label = Rp. 2000
Plastik mika = Rp. 1000,- +
Total
biaya :
Rp. 17.000.-
-
Harga jual : Rp. 2000/kemasan
-
Hasil penjualan : Rp.
30.000
-
Laba : Rp. 13.000
FOTO
Proses pencucian Proses pemotongan perendaman air kapur
ujung belimbing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar