Jumat, 11 September 2015

laporan prakarya pembuatan manisan bingluh


LAPORAN PRAKARYA
“PEMBUATAN MANISAN BINGLUH”


                             Kelompok 4
                             Anggota : 1.  Abizard Syahrindra Chafid
                                             2.  Amelia Suryatul
                                              3. Giarni Alfi Astika
                                              4. Rani Setio Utami
                                              5. Yeni Andriana P

SMA NEGERI JATILAWANG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015


A.     TUJUAN
1.      Melatih kita untuk berwirausaha
2.      Memperpanjang usia simpan bingluh
3.      Meningkatkan harga jual bingluh
4.      Memanfaatkan bingluh menjadi produk olahan yang beraneka ragam
B.     KAJIAN PUSTAKA
             Tanaman belimbing umumnya dibedakan menjadi 2 yaitu Belimbing wuluh, belimbing sayur, atau belimbing asam (Avverrhoa bilimbi L), dan belimbing manis (Averrhoa carambola). Belimbing wuluh adalah sejenis pohon kecil yang berbuunga sepanjang tahun dan diperkirakan berasal dari kepulauan Maluku, dan dikembangbiakan sera tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Srilanka, dan Myanmar. Di Indonesia tumbuhan ini biasa ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Manfaat belimbing wuluh yang rasanya, asam, sejuk, menghilangkan sakit (analgenik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, ppeluruh kencing, astringent, penghilang jerawat, sariawan, batuk. Rasa masam yang teramat pada belimbing sayur mengandung kadar vitamin C yang cukup tinggi. Buah ini juga mengandung kalium yang mampu melancarkan keluarnya air seni sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
            Menurut N. Edy Soetanto, BE, berdasarkan data dari direktorat gizi tahun 1981 komposisi kimia buah belimbing yang telah masak adal sebagai berikut
1.      Kalori : 36,00 kal
2.      Air :  90,00%
3.      Protein : 0,40 g
4.      Lemak : 0,40 g
5.      Karbohidrat : 8,80 g
6.      Kalsium : 4,00 mg
7.      Fosfor : 12,00 mg
8.      Besi : 1,10 mg
9.      Vitamin A : 170,00 SI
10.  Vitamin B1 : 0,03 mg
11.  Vitamin C : 35,00 mg
12.  Bagian yang dapat dimakan : 86 %
            Buah bellimbing wuluh biasa digunakan sebagai penambah rasa masam pada  olahan masakan, penghilang bau amis pada bahan pangan dan mungkin buah satu ini dianggap mempunyai nilai ekonomi rendah, karena dilihat dari bentuk dan juga rasa tidak banyak orang yang menyukainya, hal tersebut dapat memacu penyia-nyiaan bahan pangan. Untuk menghindari penyia-nyiaan, dapat “disiasati” menjadi produk olahan yang mempu nyai nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding dalam bentuk mentah. Salah satunya adalah mengolahnya dalam bentuk manisan
            Manisan merupakan cara untuk mengawetkan komoditi pangan dengan menggunakan gula dan bentuk makanan olahan yang banyak disukai oleh masyarakat, karena rasanya yang manis bercampur dengan rasa khas buah sangat cocok dinikmati diberbagai kesempatan. Produk pangan yang mengandung kadar gula tinggi yaitu produk manisan yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama
C.     ALAT DAN BAHAN

Alat :
1. Baskom
2. Tampah
3. Sendok Makan
4. Panci email
5. Plastik mika
7. Pisau
8. Sorok
Bahan :
1. Belimbing wuluh 1 kg
2. Gula pasir 750 gram
3. Garam 1 sdm
4. Kapur Sirih 1 sdm
5. Air total 5 liter


D.     CARA KERJA
1.      Timbang bingluh, kemudian cuci bersih dan tiriskan, buang sedikit ujungnya.
2.      Siapkan 1 liter air dan larutkan 1 sdm garam
3.      Masukan bingluh dan rendam 30 menit
4.      Cuci belimbing yang telah direndam dan tiriskan
5.      Siapkan 2 liter air dan larutkan 1 sdm air kapur sirih
6.      Masukan bingluh dan diamkkan selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan
7.      Didihkan air sebanyak 2 liter dan masukan bingluh kemudian langsung angkat  kembali dan tiriskan (proses blanching)
8.      Didihkan 1 liter air dan gula pasir
9.      Turunkan panci dari kompor dan massukan belimbing  dan dinginkan, simpan selama 1 malam
10.  Tiriskan bingluh yang sudah disimpan 1 malam , kemudian rebus kembali dengan air rendamam sampai mendidih, angkat panci dari atas kompor
11.  Masukan kembali bingluh dan simpan kembali selama 1 malam
12.  Tata diatas tampah dan jemur selama 2 hari
13.  Tata bingluh kering dalam plastik mika, dan tutup rapat dengan sieler


E.      ANALISIS PENJUALAN
-         Biaya produksi : belimbing wuluh = Rp. 0,-
                            Gula 1 kg             = Rp 10.000,-
                            Label                    = Rp. 2000
                            Plastik mika          = Rp. 1000,-  +
Total biaya :                                         Rp. 17.000.-
-         Harga jual   : Rp. 2000/kemasan
-         Hasil penjualan : Rp. 30.000
-         Laba : Rp. 13.000



FOTO


            Proses pencucian                      Proses pemotongan                  perendaman air kapur
                                                              ujung belimbing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar